Berita

PANDUAN PPDB ONLINE TAHUN 2021

SMAN 14 BEKASI SEKOLAH BERSINAR BERSIH NARKOBA DAN RAMAH ANAK

SMAN 14 BEKASI SEKOLAH BERSINAR – BERSIH NARKOBA DAN RAMAH ANAK

 

APA YANG ANDA KETAHUI TENTANG SEKOLAH BERSINAR ?

TAHAPAN PROGRAM SEKOLAH BERSINAR

Tahap 1.
Penentuan Lingkungan Sebagai Sasaran Pelaksanaan
Kegiatan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dalam rangka Sekolah Bersinar

Tahap 2.
Pembentukan Tim Pelaksana Pencegahan Dengan Fasilitator dari Lingkungan Sekolah dalam rangka Sekolah Bersinar

Tahap 3.
Pembekalan Tim Pelaksana Program di Bidang Pencegahan untuk Lingkungan Sekolah dalam rangka Sekolah Bersinar

Tahap 4.

Penelaahan Permasalahan atau Kebutuhan

Tahap 5.
Pembuatan rencana aksi dalam rangka Sekolah Bersinar

Tahap 6.
Pelaksanaan Kegiatan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Sekolah dalam rangka Sekolah Bersinar

Tahap 7.
Monitoring dan Evaluasi Indikator Keberhasilan Sekolah Bersinar

PELAKSANAAN PROGRAM SEKOLAH BERSINAR

       Adanya regulasi/ peraturan yang ada di lingkungan sekolah

       Adanya kegiatan program P4GN yang dilakukan oleh anggota sekolah dan lingkungan sekitarnya

       Adanya Satgas Anti Narkoba (Satuan Tugas) yang dapat dijadikan role model bagi semua anggota sekolah dalam menerapkan program pencegahan penyalahgunaan Narkoba

PIHAK TERKAIT DALAM  PELAKSANAAN SEKOLAH BERSINAR

ALUR PENANGANAN REHABILITASI SISWA DI SEKOLAH/ LUAR SEKOLAH

Kegiatan pencegahan penyalahgunaan Narkoba di lingkungan sekolah dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan kebijakan dan rencana maka selalu diperlukan antisipasi ketika siswa ada yang terpapar Narkoba meski kita tidak menginginkannya.

 

 

 

 

 

STRATEGI PENCEGAHAN DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN

SITUASI NARKOBA DI INDONESIA TAHUN 2019

HASIL PENELITIAN TAHUN 2019

 

TINDAK PIDANA NARKOTIKA TAHUN 2019

 

 

Tersangka Kasus Narkoba Berdasarkan Tingkat Pendidikan (2019)

masih berstatus mahasiswa dan pelajar ada sebanyak 1.493 mahasiswa dan 1.105 pelajar

Chart

PENELITIAN NARKOBA DI KALANGAN PELAJAR DAN MAHASISWA

ANGKA PREVALENSI TAHUN 2019



 

 


 

 

 

Data Jumlah Pelajar dan Mahasiswa di Indonesia (BPS, 2018)

15,44 juta Jumlah Penduduk Pelajar dam Mahasiswa

13,57 jiwa Pelajar = 87,9 %

1,86 juta Mahasiwa – 12,1 %

SIKAP TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Sikap 3 dari 1.000 pelajar atau mahasiswa MENERIMA apabila :

-          Ditawari untuk membeli narkoba

-          Ditawari narkoba secara gratis

-          Diminta untuk memberikan narkoba kepada orang lain

-          Diminta untuk menjual narkoba kepada orang lain

TREND ANGKA PREVALENSI PELAJAR DAN MAHASISWA (2006 – 2018)

Terjadi Peningkatan angka prevalensi Pelajar dan Mahasiwa baik pernah pakai narkoba maupun pakai narkoba 1 tahun terakhir di tahun 2018 * (Survei dilakukan 13 ibukota Provinsi)

Laki-laki cenderung memiliki tingkat terpaparan narkoba yang lebih tinggi.

PREVALENSI PEMAKAI NARKOBA 1 TAHUN TERAKHIR DI 13 KOTA -

     Angka prevalensi Pelajar dan Mahasiswa 3,21% setara dengan 2,297,492 orang

     Angka prevalensi narkoba suntik 0,04% atau setara dengan 286,292 orang

     Pelajar SMA memiliki angka prevalensi pernah pakai tertinggi.

     Angka prevalensi setahun terakhir pelajar SMP (3,3%)  dan SMA (3,6%) tidak berbeda jauh.

     3 jenis narkoba paling banyak dikonsumsi :

(1) Ganja,

(2) Obat sakit kepala yg dikonsumsi berlebih

(3) Inhalant

 


Angka Prevalensi

Jumlah Pelajar dan Mahasiswa terpapar Narkoba (Jiwa)

Aceh

2.5%

 69,066

Sumatera Utara

2.5%

 182,893

Sumatera Selatan

2.3%

 94,354

Kepulauan Riau

2.5%

 22,361

DKI Jakarta

4.0%

 148,433

Jawa Barat

4.5%

 1,036,795

Jawa Timur

7.5%

 1,243,825

DI Yogyakarta

3.8%

 66,939

Bali

0.3%

 5,318

Kalimantan Timur

5.3%

 98,239

Kalimantan Barat

1.3%

 24,560

Sulawesi Selatan

3.5%

 163,032

Papua

2.0%

 24,550

Sumber : hasil penelitian BNN tahun 2018

ANGKA PREVALENSI SETAHUN TERAKHIR, MENURUT TINGKAT PENDIDIKAN DAN PROVINSI

Sumber : hasil penelitian BNN tahun 2018

Prov. Jatim Angka prevalensi tertinggi di semua tingkat pendidikan

Prov. Jabar dan DIY angka prevalensi tertingi di pelajar SMP

Prov. DKI angka prevalensi tertinggi di pelajar SMA

Prov. Kaltim dan Sulsel, angka prevalensi tertinggi di mahasiswa

ANGKA PREVALENSI PEMAKAIAN NARKOBA 1 TAHUN TERAKHIR MENURUT PROVINSI DAN STATUS PEMAKAIAN, 2018 - Sumber : hasil penelitian BNN tahun 2018


COBA PAKAI

TERATUR

ADIKSI

PENASUN

Aceh

0.08%

0.06%

0.06%


Sumatera Utara

0.15%

0.02%

0.02%


Sumatera Selatan

0.10%

0.04%

0.04%


Kepulauan Riau

0.12%

0.06%


0.02%

DKI Jakarta

0.17%

0.13%



Jawa Barat

0.27%

0.06%

0.02%


Jawa Timur

0.35%

0.15%

0.08%


DI Yogyakarta

0.15%

0.12%

0.02%


Bali



0.02%


Kalimantan Timur

0.33%

0.06%

0.02%


Kalimantan Barat

0.02%

0.04%

0.04%


Sulawesi Selatan

0.19%

0.06%

0.02%


Papua

0.12%

0.02%


0.02%

Total

2.04%

0.81%

0.33%

0.04%

 

KARAKTERISTIK PEMAKAI NARKOBA

PERILAKU BERISIKO PELAJAR DAN MAHASISWA

                            

 

 

KOMPONEN SASARAN YANG TERLIBAT

 

PROGRAM INTERVENSI KETAHANAN KELUARGA ANTI NARKOBA

 

MENGAPA KELUARGA

 

Keluarga sebagai lembaga sosial terkecil, selain bergantung dengan lingkungan sekitarnya, juga dapat mempengaruhi lingkungan sekitarnya tersebut.  Terbukti secara ilmiah, pola asuh yang baik menjadi faktor pelindung yang sangat kuat dalam mencegah penggunaan zat, perilaku kekerasan remaja, dan gangguan perilaku lainnya. Kegiatan Intervensi Ketahanan Keluraga mendesain program penguatan institusi keluarga sebagai benteng terdepan dalam memerangi segala bentuk penyalahgunaan narkoba yang mensasar anggota keluarga (terutama anak/remaja)

 

BERIKUT ADALAH ALUR PENANGANAN DI SMAN 14 BEKASI

 

CARI